Cara Mengetes Transistor Masih Baik atau Rusak

Transistor yang kita bahas disini khususnya transistor bipolar. Transistor bipolar mempunyai dua jenis yaitu jenis NPN dan PNP. Pada prinsipnya transistor bipolar merupakan gabungan dari dua buah diode dimana dua kutup sejenis disatukan menjadi satu yang disebut sebagai basis, sedangkan dua kutup yang sejenis lainnya yang tidak disatukan dinamakan emitor dan colektror. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah  ini :




Konstruksi Dioda dan Transistor NPN dan PNP




Simbol Transistor NPN dan PNP

Jadi  supaya penalarannya kita berfungsi terlebih daluhu kita pelajari cara mengetes diode karena pada prinsipnya mengetes transistor masih baik atau rusak sama caranya dengan mengetes diode. Sebuah diode mempunyai dua kutup yaitu anoda dan katoda, bahan anoda berjenis P dan katoda berjenis N. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar di atas.

Pada diode arus listrik hanya bisa mengalir dari anoda (+) ke katoda (-) yaitu dari bahan berjenis P ke bahan berjenis N. Jika kutup sumber dibalik maka tidak akan ada arus yang melewati diode tersebut. Nah disinilah prinsip untuk mengetes sebuah diode ataupun transistor masih baik atau rusak, jika aturan diatas tidak berlaku pada sebuah diode pada saat pengetesan, maka dapat disimpulkan diode tersebut rusak bisa di istilahkan jebol atau juga putus

Cara Mengukur Dioda Dengan Multitester Jarum

Untuk mengetahui sebuah dioda masih baik atau rusak, hal yang pertama harus dilakukan adalah menempatkan posisi multitester pada pengukuran tahanan/ ohmmeter pada posisi x1 atau x10. Posisi tersebut dapat mendeteksi tahanan yang sangat kecil, sehingga tepat untuk dipergunakan dalam pemeriksaan kerusakan dioda


Langkah  Pengetesan Dioda dengan Multitester
  1. Jika menggunakan multitester analog/jarum tukar posisi kabel multitester, merah di tempatkan di posisi negative sedang hitam di posisi positif. Ini disebabkan polaritas positif batere di dalam multitester terletak di terminal negatif, Menempatkan multitester pada posisi Ohmmeter di  x1 atau x10
  2. Tempatkan jarum atau probe hitam pada sisi kaki dioda yang memiliki strip perak atau katoda (bahan type N) sedangkan probe merah di anoda (bahan type P). Pada pengukuran demikian, jarum tester harus bergerak.
  3. Tempatkan kembali dengan arah sebaliknya. Jika jarum juga bergerak, maka ini berarti dioda tersebut mengalami kerusakan atau rusak. Posisi pengukuran demikian seharusnya jarum tidak bergerak karena kita telah mengetahui bahwa dioda tidak melewatkan arus pada arah terbalik.



Bentuk Fisik dari Dioda
Pengukuran harus dalam keadaan aliran listrik yang telah diputus. Mengukur komponen dalam keadaan tersambung ke sumber listrik hanya dapat dilakukan oleh teknisi yang profesional. Mengukur dalam keadaan terhubung arus listrik memiliki cara yang berbeda. Namun bisa berbahaya dan berpotensi merusak rangkaian jika menyentuh komponen di sampingnya.

Cara Mengetes Transistor masih baik atau Rusak
Mengetes transistor yang masih baik atau rusak sebenarnya sangat mudah, karena pada dasarnya transistor merupakan salah satu komponen elektronika semikonduktor yang mempunyai tiga kaki (terminal) yaitu Basis (B), Colector (C) dan Emitor (E), dan mempuyai prinsip kerja sama seperti diode yaitu hanya bisa melewatkan arus listrik dalam satu arah yaitu dari bahan type P (+)  ke bahan type N (-). Pada transistor tidak dituliskan nama-nama kaki tersebut, untuk mengetahui posisi kaki-kaki transistor bias dibaca di artikel saya yang berjudul Cara Menentukan Nama Kaki-kaki Transistor. Pada gambar dibawah ini dapat kita lihat simbol transistor, bedanya hanya pada arah panah masuk atau keluar saja. Jadi pada saat mengukur sebaiknya anda mengetahui jenis transistor yang diukur, apakah NPN atau PNP?. Tapi jika belum tahu berikut cara mengeceknya,


Cara Membedakan Transistor NPN dan PNP

Menentukan Transistor NPN
Arahkan selector multimeter pada Ohm meter, posisi probe masih tetap dibalik seperti pada langkah nomor satu pengetesan diode, kemudian tempelkan ujung pencolok merah multimeter ke kaki basis transistor, kemudian tempelkan pencolok hitam pada kaki emitor, maka jarum harus bergerak, jika tidak bergerak berarti bukan TR NPN. Kemudian kita balik pencolok hitam ditempelkan ke kaki basis transistor kemudian pencolok merah ke kaki emitor atau kolektor, maka jarum harus tidak bergerak.


Menentukan Transistor PNP
Sama seperti diatas selector multimeter diarahkan ke ohm meter, selanjutnya tempelkan pencolok hitam ke kaki basis, kemudian pencolok merah kekaki emitor atau colector, maka jarum harus bergerak. Selanjutnya tempelkan ujung pencolok merah kekaki basis transistor, dan pencolok hitam kekaki colector atau emitor, maka jarum harus tidak bergerak.

Jika kita sudah mengetahui jenis transistor PNP atau NPN, selanjutnya kita coba cara mengetes transistor masih baik atau rusak, masih hidup atau sudah mati. caranya cukup mudah, minimal anda sudah mempunyai multimeter atau ohmmeter saja sudah cukup untuk mengeceknya.


Cara mengecek Transistor PNP
  • Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya (merah di (-) dan hitam di (+) multitester), ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester.
  • Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor PNP di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak.
  • Jika kaki basis ditempel pencolok merah dan kaki emitor ditempel pencolok hitam maka wajib tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah mati atau russak.
  • Begitu juga dengan kaki Colector. Kemudian tempelkan pencolok merah ke kaki colector dan pencolok hitam ke kaki emitor. maka jarum harus tidak bergerak, jika bergerak berarti transistor sudah pasti rusak.
  • Selanjutnya kita balik yaitu pencolok hitam kita tempel ke kaki basis, sedang yang lainnya ke pencolok merah, maka jarum harus bergerak, jika tidak berarti sudah rusak atau mati.

Cara Mengecek Transistor NPN
  • Kabel merah dan kabel hitam tetap ditukar posisinya merah di (-) dan hitam di (+) multitester), ini bertujuan untuk menyesuaikan polaritas batere pada multitester.
  • Pada langkah ini sama seperti cara menentukan transistor NPN di atas, jika pergerakan jarum multitester tidak seharusnya berarti rusak.
  • Jika kaki basis ditempel pencolok hitam kemudian kaki colektor ditempel pencolok merah jarum multimeter harus diam, jika bergerak berarti rusak,
  • Selanjutnya tempelkan kaki colector ke pencolok merah dan pencolok hitam ke kaki emitor, maka jarum juga tidak boleh bergerak, kalau bergerak rusak.
  • Kemudian kita tempel pencolok merah ke kaki Basis dan pencolok hitam ke kaki colector, Maka jarum wajib bergerak, jika tidak tandanya transistor sudah putus. begitu juga dengan kaki emitor.
Jadi kesimpulannya jika ingin mengetahui rusak tidaknya transistor yang penting kita tahu terlebih dahulu jenis NPN atau PNP, jika sudah mengetahui jenisnya, selanjutnya tinggal kita cek, kalau tidak sesuai dengan keadaan seharusnya seperti pada poin mengukur Transistor, berarti bisa dibilang rusak. Terdapat pengecualian untuk transistor pada horizontal TV, juga regulator tv yang berjenis mosfet, maka cara pengukurannya tentu akan berbeda, cara mengetes MOSFET Klik di sini .

Saya menjual peralatan Mesin Penetas Telur dan lainnya, Anda yang berminat pada produk Thermostat Cemani dan Thermometer, juga Kit Inverter pengubah tegangan DC ke AC menjadi 220 Volt, Kit Charger Otomatis, dan barang kebutuhan lainnya. silahkan hubungi Toko Online saya klik disini Toko Pedia atau Oi Shop klik Bukalapak.

Atau mau berbelanja secara langsung bisa SMS  (maaf tidak menerima telpon)  ke no. 0819 780 7118, transfer Harga Barang + Ongkos Kirim ke rekening BRI 5647 0101 7545 537 An. ASRI. 

0 komentar:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.