Tips agar Itik Petelur Bertelur setiap Hari

Beternak itik merupakan salah satu usaha yang dapat dikembangkan untuk mendapatkan keuntungan. Selain diambil telurnya, itik juga merupakan unggas penghasil daging yang saat ini kebutuhan akan telur unggas dan daging itik sedang meningkat. Hal ini dikarenakan banyak masyarakat sangat berminat untuk mengkonsumsi telur itik yang mampu mencukupi kebutuhan protein hewani dalam tubuh manusia. Selain itu daging itik juga memilikki rasa yang sama lezatnya dengan daging ayam ras bahkan rasanya sedikit lebih enak dan gurih.

Beternak itik dapat dijadikan suatu usaha komersil atau mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhuhan ekonomi keluarga. Menjadi peternak itik pemula akan menjadi sesuatu yang begitu sulit, dan rata-rata 80% peternak itik pemula menjadi bangkrut (kudahhitamperkasa.co.id), ini dikarenakan mereka mengabaikan hal-hal yang bersifat teknis, misalnya member i pakan seadanya. Kebutuhan pakan untuk itik petelur harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan dan jumlah pakan yang cukup. Kandungan protein itik harus 18% dengan jumlah pakan minimal 150 gram perhari. Penyusunan pakan harus dihitung supaya persentase protein diperoleh sesuai kebutuhan itik petelur. Penyusunan ransum itik petelur dapat ddilihat pada artikel saya yang berjudul  Perbandingan Keuntungan Ternak Puyuh Petelur, Itik Petelur, dan Ayam Kampung Petelur



Itik Petelur di Pekarangan Rumah Saya

Pada tulisan saya ini tidak membahas untuk memelihara itik secara komersial, tetapi hanya memelihara itik beberapa ekor di belakang rumah untuk memenuhi kebutuhan telur konsumsi keluarga. Disini saya menyarankan cukup memelihara sedikit saja, tak lebih dari enam ekor itik. Belilah induk itik betina yang siap bertelur  sebanyak lima ekor dan satu ekor itik jantan (hindari membeli itik betina berwarna hitam dan putih). Dari lima ekor itik betina tersebut nantinya akan bertelur sekitar 3-5 butir dalam sehari kalau pemberian pakannya benar dan teratur. Pakan dapat disusun dari konsentrat ayam petelur, dedak halus/bekatul, dan nasi sisa kita makan. Nasih basi bisa kita pakai untuk pakan itik tetapi dengan cara harus dicuci terlebih dahulu sampai lendirnya habis.


Sekarang bagaimana supaya itik mau bertelur setiap hari sepanjang tahun, inilah yang akan saya uraikan sedikit tips yang mudah dan pasti bisa dilakukan semua orang, yang penting orang tersebut menyukai /hobi memelihara hewan atau itik (kata orang-orang tua zaman dahulu seandainya kita memelihara hewan ternak dirumah, maka penyakit yang akan menyerang isi rumah akan  menyerang hewan ternak terlebih dahulu).  Inilah tipsnya :

  • Kandangkan itik sepanjang hari, jangan dilepaskan atau diliarkan
  • Buatlah takaran konsenrat ayam petelur sebanyak minimal 0,5 ons dengan menggunakan bahan misalnya ujung botol minuman. Kebutuhan seekor itik petelur minimal 0,5 ons konsentrat dalam sehari, jadi kalau 6 ekor itik buth 3 ons konsentrat petelur.
  • Berikan itik pakan sekurangnya dua kali sehari, misalnya pagi dan sore atau malam. Jika pemberian pakan dua kali sehari berikan 3 takaran konsentrat petelur, 2 genggam nasi, dan dua atau tiga takaran dedak halus menggunakan takaran konsentrat tadi. Beri sedikit air dan aduk pakan dalam keadaan basah.
  • Berikan pakan tadi ke itik segera mungkin karena kalau terlalu lama bebek tidak akan mau lagi memakannya karena  pakan sudah menjadi basi.
  • Pada saat pemberian pakan inilah yang harus menjadi perhatian supaya bebek mau bertelur terus. Bagaimana caranya? Jawabnya begini : Setelah kita menyodorkan pakan ke itik sebaiknya kita tunggu sebentar sampai itik selesai makan, tidak lama bebek makan sekitar 2 menit selesai ko. Kalau kita makan mungkin baru selesai setengah jam karena sambil ngobrol juga nonton tv, tetapi kalau bebek tidak begitu.
  • Setelah bebek selesai melahap pakannya dan pergi minum lalu lihat apa makananya bersisa atau tidak ya? Kalau bersisa apa perlu kita tambah? Jawabnya : jangan ditambah! Bebek akan lebih baik jika makannnya selalu habis sekali lahap dan sesalu merasa kurang.
  • Jika pakannya bersisa lekas ambil dan kasihkan ke ternak lain atau dibuang, lalu untuk selanjutnya kurangi pemberian nasi atau dedak halusnya.
  • Pemberian pakan harus diusahakan tepat waktu dan jangan memberi pakan semaunya saja.
  • Tutup tempat minum agar bebek tidak bisa mandi.
Demikianlah sedikit tips bagi mereka pencinta hewan ternak terutama itik petelur di pekarangan rumah. Cara ini sudah lama saya terapkan dan itik bertelur setiap hari sepanjang tahun. Lebih dari konsumsi saya jual untuk membeli konsentrat dan dedak halus/bekatul. Begitu nyaman ketika pulang kerumah melihat hewan ternak kita sehabis melakukan kegiatan rutin setiap hari yang menjemuhkan di luar rumah.

Saya menjual peralatan Mesin Penetas Telur dan lainnya, Anda yang berminat pada produk Thermostat Cemani dan Thermometer, juga Kit Inverter pengubah tegangan DC ke AC menjadi 220 Volt, Kit Charger Otomatis, dan barang kebutuhan lainnya. silahkan hubungi Toko Online saya klik disini Toko Pedia atau Oi Shop klik Bukalapak.

Atau mau berbelanja secara langsung bisa SMS  (maaf tidak menerima telpon)  ke no. 0819 780 7118, transfer Harga Barang + Ongkos Kirim ke rekening BRI 5647 0101 7545 537 An. ASRI. 


6 komentar:

  1. Sebelumnya Terima kasih Atas Info yang anda berikan.
    Tipsnya bisa dicoba nih

    Semoga Sukses Selalu :)

    ReplyDelete
  2. Wahhhh,,gak perlu susah2 pelihara itik dapat 4M

    ReplyDelete
  3. Boss..saya ada pelihara itik 400 ekor,sekarang umurnya 5 bulan 10 hari.Udah mulai bertelur tapi udah seminggu masa produksi telurnya masih 5 hingga 7 butir saja per hari gak sampai 5%.Apakah ini normal? Dan gimana cara mempercepat persentase produksi telurnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enter your reply... Boss ikut nanya nah kemarin beli itik betina warna nya hitam udah lama gak nelur2 untuk pangan nya dikasih ampas tahu doang sieh,, minta saran nya doank boos

      Delete
    2. iya wajar dikasih empas tahu saja tidak mencukupi nilai gizinya untuk produksi telur, juga jgn beli itik betina warna putih atau hitam biasanya bertelurnya sedikit

      Delete